MAKALAH ILMU SOSIAL BUDAYA
DASAR
PENDIDIKAN
KARAKTER BANGSA MELALUI CERITA ANOMAN DUTA
Disusun Oleh:
BAMBANG : 2012 009 005
BAGUS
SUJAMTO : 2012 009 012
JUNAIDIN : 2012 009 015
PROGRAM
STUDY AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2013
KATA
PENGANTAR
Segala puji
syukur atas kehadirat Allah swt yang senantiasa memberikan
kekuatan khususnya kepada penyusun, sehingga atas ijinNya penyusun
dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tanpa hambatan yang berarti.
Pada kesempatan
ini penyusun akan memaparkan makalah yang berjudul “Pendidikan Karakter
Bangsa Melalui Cerita Wayang Hanoman Duta”.
Penyusun
mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah
membantu penyusun dalam penyelesaian makalah ini.
Namun penyusun
menyadari, dengan keterbatasan yang ada sudah barang tentu makalah ini banyak
sekali kekurangan – kekurangannya. Untuk itu kritikan dan saran yang sifatnya
membangun sangat penyusun harapkan, demi memperbaiki di masa yang
akan datang.
Akhirnya
penyusun berharap, walaupun makalah ini jauh dari sempurna. Semoga dapat
bermanfaat bagi semua pihak terutama teman – teman sejawat.
Jogjakarta, Mei 2013
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dewasa
ini telah terjadi pergeseran moral dan nilai yang signifikan dalam realita
kehidupan, baik secara pribadi, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa.
Hal ini terjadi disebabkan oleh berbagai factor, diantaranya: Nilai budaya
bangsa yang mulai pudar, nilai-nilai kehidupan telah bergeser dari tatanannya,
budaya malu hampir musnah pada tiap tingkatan masyarakat, melemahnya
kemandirian bangsa, dan manajemen keterbatasan perangkat, sampai saat ini belum
ada manajemen yang positif dan efektif dalam menanggulangi persoalan bangsa
yang sangat komplek.
Kutipan
pesan dari Ali Bin Ali Tholib:”Kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik,
akan dengan mudah dihancurkan oleh kemungkaran yang terorganisir dengan baik.”
Dalam mengahadapi problem yang begitu rumit dan komplek seperti itu dibutuhkan
pendidikan karakter yang dibangun melalui pendidikan yang melibatkan berbagai
elemen bangsa terlebih sebagai pemangku kepentingan. Dengan manajemen yang
seperti ini diharapkan dapat meminimalisir dan menangkal kemungkaran yang
terjadi saat ini.
Di
Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai
sebagai pendukung pembangunan. Dengan demikian untuk memenuhi sumber daya
manusia tersebut, maka pendidikan memiliki peranan yang sangat penting. Jika
karakter bangsa yang seharusnya sudah muncul maka situasi perkembangan bangsa
akan di dompleng oleh kekuatan karaktrer tersebut sehingga rialita yang tidak
di kehendaki akan sedikit hilang karena kita sudah memiliki karakter bangsa.
B.
TUJUAN
a) Untuk
mengetahui bagaimana ajaran-ajaran yang ada dicerita wayang anoman duta.
b) Ingin
mengkolaborasikan antara zaman dahulu dengan zaman yang sekarang.
c) Memberikan
pengetahuan bagi para pembaca.
C.
MANFAAT
a) Memperluas
pengetahuan tentang cerita anoman duta.
b) Mengetahui
bahwa pendidikan karakter bangsa itu bisa diambil dari cerita pewayangan.
BAB II
SINOPSIS WAYANG ANOMAN DUTA
SINOPSIS WAYANG ANOMAN DUTA
Anoman berwujud kera putih dalam
kisah Ramayana. Anoman adalah tokoh wayang yang sangat terkenal pewayangan.
Dalam pedalangan versi Jawa, Anoman tidak hanya tokoh dalam pewayangan Ramayana
tetapi juga sampai pada Mahabraharata hingga Wayang Madya (Jaman Prabu Jayabaya
di Kediri).
Dasanama
- Anjaniputra (Putra Dewi Anjani)
- Bayusiwi (Putra Bathara Bayu)
- Bayutanaya (Putra Bathara Bayu)
- Kapiwara (Pendeta Kera)
- Guruputra (Putra Bathara Guru)
- Handayapati (mempunyai kekuatan yang dahsyat)
- Yudhawisma (panglima perang)
- Maruti (angin)
- Palwagaseta (kera putih)
- Ramandayapati (putra angkat Rama)
- Senggana (panglima perang)
- Suwiyuswa (berusia panjang)
Masa
Kecil
Anoman
adalah putra Bathara Guru dan Dewi Anjani. Dikisahkan ketika Dewi Anjani yang
sedang bertapa telanjang, menyebabkan kama Bathara Guru terjatuh dan kemudian
menyebabkan Dewi Anjani hamil. Setelah lahir, Anoman dibesarkan oleh Bathara
Bayu, sehingga menjadi salah satu dari kadang bayu. Salah satu ciri kadang bayu
adalah memakai kain poleng, senjata kuku pancanaka. Selain itu Anoman terkenal
bisa terbang. Setelah muda Anoman menjadi salah satu prajurit pasukan kera dan
bergabung dengan Raja Sugriwa. Versi India menyatakan Anoman adalah anak
Bathara Bayu.
Masa Muda
Massa muda Anoman menjadi prajurit
Raja Sugriwa. Salah satu kisah yang terkenal adalah saat Anoman menjadi
utusan/duta ke negara Alengka, sehingga terjadi tragedi terbakarnya istana
Alengka (dalam lakon Anoman Duta/Anoman Obong). Dikisahkan setelah berhasil
menyusup ke negara Alengka dan menemui Dewi Shinta, Anoman berhasil dilumpuhkan
dengan panah Nagapasa oleh Indrajit (putra Rahwana). Akhirnya Anoman dibakar
hidup-hidup namun akhirnya Anoman selamat karena pertolongan Dewa Agni yang
mendinginkan sifat panas dan membakar dari api.
Saat anoman menjadi duta dan bertemu
dengan Dewi Shinta ditulis dalam serat Rama dalam tembang Kinanthi sebagai
berikut :
Anoman
malumpat sampun,
prapteng witing nagasari,
mulat mangandhap katingal,
wanodyayu kuru aking,
gelung rusak awor kisma,
ingkang iga – iga keksi
prapteng witing nagasari,
mulat mangandhap katingal,
wanodyayu kuru aking,
gelung rusak awor kisma,
ingkang iga – iga keksi
Pinandeng
sarwi tumungkul,
anoman ngiling-ilingi,
sarta mirsakken karuna,
sumedhot tyasira nenggih,
“Iya iki baya-baya
Kusuma putri Mantili “
anoman ngiling-ilingi,
sarta mirsakken karuna,
sumedhot tyasira nenggih,
“Iya iki baya-baya
Kusuma putri Mantili “
Medhun
ing pragak tumungkul,
Anoman sarwi ningali,
Umengetaken sesambat,
Sangsaya inggil hyang rawi,
Sakenjing gennya karuna,
Kusuma Putri Mantili
Anoman sarwi ningali,
Umengetaken sesambat,
Sangsaya inggil hyang rawi,
Sakenjing gennya karuna,
Kusuma Putri Mantili
Masa
Dewasa dan Tua
Minalodra berputra Trigangga/Trihangga/Triyangga.
Pernikahan kedua dengan Dewi Purwati, berputra Bambang Purwaganti, dan ketiga
menikah dengan Dewi Masa tua Anoman dalam pedalangan Jawa masih dikisahkan
dalam lakon-lakon Mahabharata hingga pada masa Jayabaya di Kediri. Anoman
menikah dengan Dewi Urangrayung, putri Begawan Mintuna Sayempraba. Pada masa
tua Anoman menjadi seorang pertapa bernama Begawan Mayangkara di pertapaan
Kendalisada. Dalam cerita mahabharata sering anoman menjadi penasihat
Bima/Werkudara. Turut dalam lakon-lakon pedalangan mengalahkan Kurawa saat
mempertahankan Mahkota Rama yang diwangsitkan oleh Begawan Kesawasidi (lakon
Wahyu Makutarama). Akhir kisahnya gugur oleh Prabu Yaksadewa yang berniat
melamar putri Prabu Jayabaya di Mamenang. Kisah ini memang sudah menjadi
pilihan dan garis kehidupan Anomansendiri.
Sisi
lain Anoman
Nama Anoman banyak dikaitkan dengan
anom yang berarti muda. Layaknya seorang pemuda harus cekatan, kuat, berani dan
tanggungjawab. Anoman juga dianggap sebagai seorang satria yang menyatu dengan
brahmana. Saat muda menjadi satria, kemudian menjadi resi, dan gugur sebagai
seorang ksatria.
Wanda
Anoman
1.
Senggana
2. Wantah
3. Lintih
4. Barat
5. Renggani (Anoman Triwikrama)
6. Nata
2. Wantah
3. Lintih
4. Barat
5. Renggani (Anoman Triwikrama)
6. Nata
BAB III
FUNGSI CERITA
Jika kita berpijak pada cerita wayang diatas bahwa peranan seni dalam pewayangan merupakan unsur
dominan. Akan tetapi bila dikaji secara mendalam dapat ditelusuri nilai-nilai
edukatif yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Unsur-unsur pendidikan
tampil dalam bentuk paswemon atau perlambang. Oleh karena itu sampai dimana
sesorang dapat melihat nilai-nilai tersebut tergantung dari kemampuan menghayati
dan mencerna dalam bentuk-bentuk symbol atau lambang dalam perwayangan. Dalam
lakon-lakon tentu misalkan baik yang diambil dari serat Ramayana maupun
Mahabarata sebenarnya dapat diambil pelajaran yang mngandung pendidikan.
Anoman duta adalah tokoh dalam pewayangan yang
mencerminkan pengabdian yang sangat besar terhadap pemimpinnya atau rajanya.
Watak yang terdapat dalam cerita diatas yaitu nilai kesetiaan, nilai kepatuhan,
nilai kepemilikan, nilai kearifan, kebijaksanaan, nilai ksatria, nilai
ketekunan dan keuletan.
Dan karakter
juga diartikan sebagai pembelajaran manusia pada saat mengatasi dan
memperbaiki kelemahannya, serta menimbulkan kebiasaan positif yang baru.
Karakter mampu merubah kepribadian seseorang melalui pembelajaran yang terarah
dan terorganisir, dan juga didasarkan pada kesadaran diri seseorang. Maka sudah
sangat jelas bahwa cerita anoman duta adalah mempunyai nilai karakter bangsa
yang besar dan dapat ditiru dalam dunia nyata dan dalam kehidupan sehari-hari.
BAB
IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan
cerita wayang anoman duta diatas dapat kami simpulkan bahwa:
Pertunjukan wayang kulit telah
menjadi salah satu wahana terpenting untuk menyampaikan berita dan ajaran yang
bersifat kebudayaan,kepada masyarakat jawa khususnya.melalui cara ini mereka dapat
belajar membedakan nilai-nilai positif dan negatif. Nilai-nilai pancasila
tersebar luas melalui cerita pewayang, baik digambarkan secara emplisit maupun
eksplisit. Di dalam wayang terkandung simbol-simbol kehidupan yang dapat
dipergunakan sebagai media komonikasi dan media pendidikan.
Wayang sebagai kehidupan rohani masyarakat jawa berisi nilai-nilai luhur
yang dapat membantu manusia dalam melangsungkan, mempertahankan hidupnya
sehingga ia dapat mencapai kesempurnaan
hidupnya, yakni dari uraian diatas jelas terkandung nilai-nilai pendidikan yang
mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia
dengan lingkungan alam. Yang baik adalah manusia bisa menjaga keharmonisan
hubungan tersebut.
SARAN
Penulis menyarankan semua elemen saling memberikan kontribusi yang nyata
dalam pelestarian seni wayang di indonesia, karena wayang adalah seni
tradisional dan pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal
7 Novenber 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam cerita narasi
dan warisanyang indah dan sangat berharga. Pemrintah juga harus membuat wayang
go internasional dengan cara membuat pertunjukan wayang di luar negeri dan
menggunakan bahasa asing. Dengan cara tersebut, niscaya nama negara indonesia
semakin harum dalam dunia internasional.
Demikian kesimpulan dan saran yang dapat penyusun sampaikan, dengan harapan
dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi para pembaca demi meningkatkan
kebudayaan dan melestarikannya.
DAFTAR PUSTAKA
wayangpustaka.files.wordp ...