Wednesday, May 29, 2013

makala ISBD



MAKALAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA MELALUI CERITA ANOMAN DUTA






Disusun Oleh:

BAMBANG                           : 2012 009 005
BAGUS SUJAMTO              : 2012 009 012
JUNAIDIN                            : 2012 009 015

PROGRAM STUDY AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2013


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur atas kehadirat Allah swt yang  senantiasa  memberikan kekuatan  khususnya kepada penyusun, sehingga atas  ijinNya penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tanpa hambatan yang berarti.
Pada kesempatan ini  penyusun akan memaparkan makalah yang berjudul “Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Cerita Wayang Hanoman Duta”.
Penyusun mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penyusun dalam penyelesaian makalah ini.
Namun penyusun menyadari, dengan keterbatasan yang ada sudah barang tentu makalah ini banyak sekali kekurangan – kekurangannya. Untuk itu kritikan dan saran yang sifatnya membangun sangat  penyusun  harapkan, demi memperbaiki di masa yang akan datang.
Akhirnya penyusun berharap, walaupun makalah ini jauh dari sempurna. Semoga  dapat bermanfaat bagi semua pihak terutama teman – teman sejawat.


Jogjakarta, Mei 2013
                                                                                                                                 Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Dewasa ini telah terjadi pergeseran moral dan nilai yang signifikan dalam realita kehidupan, baik secara pribadi, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa. Hal ini terjadi disebabkan oleh berbagai factor, diantaranya: Nilai budaya bangsa yang mulai pudar, nilai-nilai kehidupan telah bergeser dari tatanannya,  budaya malu hampir musnah pada tiap tingkatan masyarakat, melemahnya kemandirian bangsa, dan manajemen keterbatasan perangkat, sampai saat ini belum ada manajemen yang positif dan efektif dalam menanggulangi persoalan bangsa yang sangat komplek.
Kutipan pesan dari Ali Bin Ali Tholib:”Kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik, akan dengan mudah dihancurkan oleh kemungkaran yang terorganisir dengan baik.” Dalam mengahadapi problem yang begitu rumit dan komplek seperti itu dibutuhkan pendidikan karakter yang dibangun melalui pendidikan yang melibatkan berbagai elemen bangsa terlebih sebagai pemangku kepentingan. Dengan manajemen yang seperti ini diharapkan dapat meminimalisir dan menangkal kemungkaran yang terjadi saat ini.
Di Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung pembangunan. Dengan demikian untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, maka pendidikan memiliki peranan yang sangat penting. Jika karakter bangsa yang seharusnya sudah muncul maka situasi perkembangan bangsa akan di dompleng oleh kekuatan karaktrer tersebut sehingga rialita yang tidak di kehendaki akan sedikit hilang karena kita sudah memiliki karakter bangsa.

B.   TUJUAN

a)    Untuk mengetahui bagaimana ajaran-ajaran yang ada dicerita wayang anoman duta.
b)    Ingin mengkolaborasikan antara zaman dahulu dengan zaman yang sekarang.
c)    Memberikan pengetahuan bagi para pembaca.

C.   MANFAAT
a)    Memperluas pengetahuan tentang cerita anoman duta.
b)    Mengetahui bahwa pendidikan karakter bangsa itu bisa diambil dari cerita pewayangan.





BAB II
SINOPSIS WAYANG ANOMAN DUTA
Anoman berwujud kera putih dalam kisah Ramayana. Anoman adalah tokoh wayang yang sangat terkenal pewayangan. Dalam pedalangan versi Jawa, Anoman tidak hanya tokoh dalam pewayangan Ramayana tetapi juga sampai pada Mahabraharata hingga Wayang Madya (Jaman Prabu Jayabaya di Kediri).
Dasanama
  1. Anjaniputra (Putra Dewi Anjani)
  2. Bayusiwi (Putra Bathara Bayu)
  3. Bayutanaya (Putra Bathara Bayu)
  4. Kapiwara (Pendeta Kera)
  5. Guruputra (Putra Bathara Guru)
  6. Handayapati (mempunyai kekuatan yang dahsyat)
  7. Yudhawisma (panglima perang)
  8. Maruti (angin)
  9. Palwagaseta (kera putih)
  10. Ramandayapati (putra angkat Rama)
  11. Senggana (panglima perang)
  12. Suwiyuswa (berusia panjang)
Masa Kecil
Anoman adalah putra Bathara Guru dan Dewi Anjani. Dikisahkan ketika Dewi Anjani yang sedang bertapa telanjang, menyebabkan kama Bathara Guru terjatuh dan kemudian menyebabkan Dewi Anjani hamil. Setelah lahir, Anoman dibesarkan oleh Bathara Bayu, sehingga menjadi salah satu dari kadang bayu. Salah satu ciri kadang bayu adalah memakai kain poleng, senjata kuku pancanaka. Selain itu Anoman terkenal bisa terbang. Setelah muda Anoman menjadi salah satu prajurit pasukan kera dan bergabung dengan Raja Sugriwa. Versi India menyatakan Anoman adalah anak Bathara Bayu.
 Masa Muda
Massa muda Anoman menjadi prajurit Raja Sugriwa. Salah satu kisah yang terkenal adalah saat Anoman menjadi utusan/duta ke negara Alengka, sehingga terjadi tragedi terbakarnya istana Alengka (dalam lakon Anoman Duta/Anoman Obong). Dikisahkan setelah berhasil menyusup ke negara Alengka dan menemui Dewi Shinta, Anoman berhasil dilumpuhkan dengan panah Nagapasa oleh Indrajit (putra Rahwana). Akhirnya Anoman dibakar hidup-hidup namun akhirnya Anoman selamat karena pertolongan Dewa Agni yang mendinginkan sifat panas dan membakar dari api.
Saat anoman menjadi duta dan bertemu dengan Dewi Shinta ditulis dalam serat Rama dalam tembang Kinanthi sebagai berikut :
Anoman malumpat sampun,
prapteng witing nagasari,
mulat mangandhap katingal,
wanodyayu kuru aking,
gelung rusak awor kisma,
ingkang iga – iga keksi
Pinandeng sarwi tumungkul,
anoman ngiling-ilingi,
sarta mirsakken karuna,
sumedhot tyasira nenggih,
“Iya iki baya-baya
Kusuma putri Mantili “
Medhun ing pragak tumungkul,
Anoman sarwi ningali,
Umengetaken sesambat,
Sangsaya inggil hyang rawi,
Sakenjing gennya karuna,
Kusuma Putri Mantili
Masa Dewasa dan Tua
Minalodra berputra Trigangga/Trihangga/Triyangga. Pernikahan kedua dengan Dewi Purwati, berputra Bambang Purwaganti, dan ketiga menikah dengan Dewi Masa tua Anoman dalam pedalangan Jawa masih dikisahkan dalam lakon-lakon Mahabharata hingga pada masa Jayabaya di Kediri. Anoman menikah dengan Dewi Urangrayung, putri Begawan Mintuna Sayempraba. Pada masa tua Anoman menjadi seorang pertapa bernama Begawan Mayangkara di pertapaan Kendalisada. Dalam cerita mahabharata sering anoman menjadi penasihat Bima/Werkudara. Turut dalam lakon-lakon pedalangan mengalahkan Kurawa saat mempertahankan Mahkota Rama yang diwangsitkan oleh Begawan Kesawasidi (lakon Wahyu Makutarama). Akhir kisahnya gugur oleh Prabu Yaksadewa yang berniat melamar putri Prabu Jayabaya di Mamenang. Kisah ini memang sudah menjadi pilihan dan garis kehidupan Anomansendiri.
Sisi lain Anoman
Nama Anoman banyak dikaitkan dengan anom yang berarti muda. Layaknya seorang pemuda harus cekatan, kuat, berani dan tanggungjawab. Anoman juga dianggap sebagai seorang satria yang menyatu dengan brahmana. Saat muda menjadi satria, kemudian menjadi resi, dan gugur sebagai seorang ksatria.
Wanda Anoman
1. Senggana
2. Wantah
3. Lintih
4. Barat
5. Renggani (Anoman Triwikrama)
6. Nata



BAB III
FUNGSI CERITA
Jika kita berpijak pada cerita wayang diatas bahwa  peranan seni dalam pewayangan merupakan unsur dominan. Akan tetapi bila dikaji secara mendalam dapat ditelusuri nilai-nilai edukatif yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Unsur-unsur pendidikan tampil dalam bentuk paswemon atau perlambang. Oleh karena itu sampai dimana sesorang dapat melihat nilai-nilai tersebut tergantung dari kemampuan menghayati dan mencerna dalam bentuk-bentuk symbol atau lambang dalam perwayangan. Dalam lakon-lakon tentu misalkan baik yang diambil dari serat Ramayana maupun Mahabarata sebenarnya dapat diambil pelajaran yang mngandung pendidikan.
Anoman duta adalah tokoh dalam pewayangan yang mencerminkan pengabdian yang sangat besar terhadap pemimpinnya atau rajanya. Watak yang terdapat dalam cerita diatas yaitu nilai kesetiaan, nilai kepatuhan, nilai kepemilikan, nilai kearifan, kebijaksanaan, nilai ksatria, nilai ketekunan dan keuletan.
Dan karakter juga diartikan sebagai pembelajaran  manusia pada saat mengatasi dan memperbaiki kelemahannya, serta menimbulkan kebiasaan positif yang baru. Karakter mampu merubah kepribadian seseorang melalui pembelajaran yang terarah dan terorganisir, dan juga didasarkan pada kesadaran diri seseorang. Maka sudah sangat jelas bahwa cerita anoman duta adalah mempunyai nilai karakter bangsa yang besar dan dapat ditiru dalam dunia nyata dan dalam kehidupan sehari-hari.


BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan cerita wayang anoman duta diatas dapat kami simpulkan bahwa:
Pertunjukan wayang kulit telah menjadi salah satu wahana terpenting untuk menyampaikan berita dan ajaran yang bersifat kebudayaan,kepada masyarakat jawa khususnya.melalui cara ini mereka dapat belajar membedakan nilai-nilai positif dan negatif. Nilai-nilai pancasila tersebar luas melalui cerita pewayang, baik digambarkan secara emplisit maupun eksplisit. Di dalam wayang terkandung simbol-simbol kehidupan yang dapat dipergunakan sebagai media komonikasi dan media pendidikan.
Wayang sebagai kehidupan rohani masyarakat jawa berisi nilai-nilai luhur yang dapat membantu manusia dalam melangsungkan, mempertahankan hidupnya sehingga ia dapat  mencapai kesempurnaan hidupnya, yakni dari uraian diatas jelas terkandung nilai-nilai pendidikan yang mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan alam. Yang baik adalah manusia bisa menjaga keharmonisan hubungan tersebut.

SARAN
Penulis menyarankan semua elemen saling memberikan kontribusi yang nyata dalam pelestarian seni wayang di indonesia, karena wayang adalah seni tradisional dan pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 Novenber 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam cerita narasi dan warisanyang indah dan sangat berharga. Pemrintah juga harus membuat wayang go internasional dengan cara membuat pertunjukan wayang di luar negeri dan menggunakan bahasa asing. Dengan cara tersebut, niscaya nama negara indonesia semakin harum dalam dunia internasional.
Demikian kesimpulan dan saran yang dapat penyusun sampaikan, dengan harapan dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi para pembaca demi meningkatkan kebudayaan dan melestarikannya.




DAFTAR PUSTAKA
wayangpustaka.files.wordp ...